Sunday, September 11, 2011

Ini yang kita selalu minta kan ?kan ?



Doa itu lah sumber kekuatan, doa itu pengaduan, doa itu curahan hati, doa itu perbualan dengan Rab, bercerita, teresak di sisi Nya.

Doa itu, tempat mencurah isi hati. Tempat memberitahu apa-apa yang kita tidak mahu manusia lain tahu. Tempat mengadu segala cerita yang mungkin manusia takkan faham.



Kita minta menjadi seorang yang kuat
Lalu Allah uji dengan bencana
Kita menangis
Kita rasa Allah tak sayang kita
Aduhai sayang
Bukankah kekuatan itu yang kamu minta?
Maka Allah kabulkan permintaanmu


Kita minta menjadi sabar
Lalu Allah uji kita
Kita lembik dan putus asa
Kita terasa itu ujian itu di luar kemampuan kita
Alahai sayang
Bukankah itu jawapan doamu?
Bukankah kesabaran itu yang kamu minta?



Kita memohon menjadi orang yang berlapang dada
Lalu Allah datangkan seseorang yang sangat suka berbuat masalah
Kita rasa kita tak suka
Kita benci perangai dia
Wahai sayangku
Itu kan peluang pahala berlapang dadamu?
Bukankah berlapang dada itu yang kamu minta?


Kita memohon menjadi orang yang ikhlas
Lalu didatangkan ujian dengan ahli rumah yang suka buat sepah
Kita pun tak puas hati
Kenapa asyik kita je yang kena kemas?
Hai sayang
Bukankah keikhlasan itu yang kamu minta?


Kita berdoa untuk menjadi orang yang bersyukur
Lalu Allah hadirkan pada kita kelemahan
Kita merasa sedih
Kenapa orang lain lebih?
Aduhai sayang
Bukankah rasa syukur itu yang kamu minta?


Kita minta untuk jadi orang yang bertawakal
Lalu Allah uji dengan soalan peperiksaan yang susah
Kita balik menangis-nangis telefon mak
Kita rasa tak yakin
Alahai sayang
Bukankah tawakal itu yang kamu minta?



Sayangku
Semua yang berlaku pada kita
Telah tertulis, telah kering penanya
Apa yang hadir pada kita
Tidaklah sia-sia
Kerana bukan standard Allah
Untuk buat sesuatu yang tak berguna


Ujian dan dugaan itu adalah latihan
Dan jawapan yang kepada doa
Sama ada kita muhasabah
Atau tidak


Nota Hamba : Seringkali doa yang kita pinta pada Allah itu, akan diujiNYA kita terlebih dahulu sebelum Dia memakbulkan.

No comments: